Bayangkan ini: pukul 7.30 pagi dan jutaan orang—yang masih setengah tertidur—sudah mengirim Snap ke teman-temannya, mengecek streak, dan menambahkan filter AR ke kopi pagi mereka. Ini bukan sekadar ritual Gen Z; inilah denyut harian komunitas global Snapchat pada 2025. Dengan hampir satu miliar orang menggunakan Snapchat setiap bulan dan lebih dari 5 miliar Snap dibuat setiap hari, Snapchat bukan cuma aplikasi sosial biasa—ini adalah kekuatan budaya dan lahan subur pemasaran, terutama bagi brand yang mengejar demografis muda yang sulit dijangkau (Snap Inc. Investor Report, Q3 2025).
Mengapa statistik Snapchat ini penting? Entah Anda seorang marketer, strategist brand, atau sekadar ingin mengikuti budaya digital, mengetahui angka terbaru membantu Anda memahami di mana konsumen muda berkumpul—dan bagaimana mereka lebih suka berkomunikasi (spoiler: lewat Snap candid, bukan postingan yang dipoles). Jadi, mari kita masuk ke statistik Snapchat paling segar untuk 2025 dan lihat apa yang sebenarnya terjadi di balik ikon hantu kuning itu.
Snapchat dalam Angka: Statistik Cepat untuk 2026
Mari mulai dengan tinjauan cepat terhadap statistik utama Snapchat yang ramai dibicarakan tahun ini. Ini angka-angka yang ingin Anda sebutkan di rapat marketing berikutnya—atau setidaknya di sesi trivia berikutnya.

- 483 juta pengguna aktif harian (DAU) di seluruh dunia per Q1 2026—naik sekitar 5% secara tahunan (Snap Inc. Q1 2026 Financial Results).
- 956 juta pengguna aktif bulanan (MAU) secara global per Q1 2026, naik 43 juta (≈5%) secara tahunan dan membuat Snapchat tetap masuk 10 besar jaringan sosial dunia (Snap Inc. Q1 2026 Financial Results).
- 5+ miliar Snap dibuat setiap hari—sekitar 2,4 juta tiap menit (The Social Shepherd).
- 214 juta pengguna Snapchat di India (pasar terbesar Snapchat), disusul 105 juta di Amerika Serikat (DemandSage).
- Jangkauan iklan Snapchat: ~709 juta pengguna berusia 13+ (DataReportal).
- 90% anak muda AS usia 13–24 menggunakan Snapchat—lebih banyak daripada Facebook, Instagram, atau Messenger digabung dalam kelompok usia itu (Social Media Today).
- 38% pengguna Snapchat global berusia 18–24 tahun; 75% berusia di bawah 35 tahun (Thunderbit).
- Komposisi gender: 50,7% laki-laki, 48,4% perempuan secara global (DemandSage).
- 25+ juta pelanggan di seluruh produk berlangganan Snap (Snapchat+, Lens+, Snapchat Platinum, Memories Storage Plans), dengan Snapchat+ sebagai pendorong utama; Snap mengumumkan pada Februari 2026 bahwa ARR dari pendapatan langsungnya melampaui $1 miliar (Snap Newsroom).
- Sekitar 75% pengguna harian Snapchat berinteraksi dengan AR setiap hari, dengan AR Lenses dimainkan lebih dari 9 miliar kali per hari rata-rata per Q1 2026 (Snap Inc. Q1 2026 Financial Results).
- Rata-rata pengguna membuka Snapchat 30–40 kali per hari (Sprout Social).
Kalau Anda bertanya, “berapa banyak orang yang menggunakan Snapchat?” atau “siapa yang memakai Snapchat?”—angka-angka ini sudah memberi gambaran yang cukup jelas.
Pertumbuhan Pengguna Snapchat: Berapa Banyak Orang Menggunakan Snapchat?

Basis pengguna Snapchat terus naik, tetapi kurvanya sedikit mendatar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Per Q1 2026, Snapchat melaporkan 483 juta pengguna aktif harian—naik 5% secara tahunan dan pulih dari Q4 2025, ketika angkanya sempat turun ke 474 juta setelah perusahaan mengurangi pemasaran untuk pertumbuhan komunitas (Snap Inc. Q1 2026 Financial Results; Snap Inc. Q4 2025 Financial Results). Sebagai gambaran, pada 2020 Snapchat punya sekitar 265 juta DAU; pada 2023 naik ke 375 juta; menembus 477 juta pada Q3 2025; dan kini berada sedikit di bawah angka setengah miliar (DemandSage).
Pengguna aktif bulanan menceritakan kisah yang lebih besar: 956 juta orang menggunakan Snapchat setiap bulan per Q1 2026, naik 43 juta secara tahunan (Snap Inc. Q1 2026 Financial Results). Itu menempatkan Snapchat hanya di belakang Facebook dan Instagram, tetapi jauh di atas Twitter dan Pinterest dalam peringkat media sosial global (The Social Shepherd).
Wilayah “Rest of World” milik Snapchat—Asia, Afrika, dan Amerika Latin—masih menjadi motor utama pertumbuhan, mencapai sekitar 294 juta DAU pada Q1 2026, naik 12% secara tahunan, sementara DAU Amerika Utara turun 7% YoY menjadi 92 juta dan DAU Eropa turun 2% menjadi 97 juta (Snap Inc. Q1 2026 Financial Results). India, Pakistan, dan Indonesia memimpin, berkat smartphone yang lebih terjangkau dan fokus Snapchat agar aplikasi berjalan mulus di perangkat Android.
Dibanding platform lain, 943 juta MAU Snapchat kira-kira setengah dari 2 miliar milik Instagram dan dua pertiga dari 1,5 miliar milik TikTok. Tapi inilah intinya: Snapchat benar-benar menguasai segmen remaja dan dewasa muda di wilayah-wilayah kunci. Di AS, misalnya, Snapchat menjangkau lebih banyak pengguna di bawah 25 tahun daripada Facebook atau Instagram, meskipun kedua platform itu punya basis pengguna total yang lebih besar (Social Media Today).
Sorotan Regional: Di Mana Pengguna Snapchat Paling Aktif
Mari kita bedah di mana Snapchat paling besar dampaknya:

- India: Kini menjadi pasar terbesar Snapchat, dengan sekitar 214 juta pengguna (DemandSage). Itu sekitar 36% dari basis pengguna global Snapchat.
- Amerika Serikat: Masih menjadi raksasa, dengan 105 juta pengguna—sekitar 30% dari populasi AS (DemandSage).
- Negara teratas lainnya: Pakistan (~37 juta), Prancis (~27 juta), Arab Saudi (~24 juta), Inggris (~23 juta), Jerman (~21 juta) (DemandSage).
- Tingkat penetrasi tertinggi: Arab Saudi memimpin dengan estimasi 87–88% populasi yang memenuhi syarat (usia 13+) di Snapchat (Digital Web Solutions), diikuti Norwegia (~71–73%), Denmark (~53%), Swedia (~50%), dan Uni Emirat Arab (~49%) (Notta.ai).
Intinya? Snapchat adalah kanal yang wajib ada di negara tertentu—terutama jika Anda menargetkan konsumen muda yang mobile-first di Timur Tengah atau Asia.
Demografi Snapchat: Siapa yang Menggunakan Snapchat?

Snapchat sering disebut sebagai “aplikasi anak muda”, dan jujur saja, datanya memang mendukung itu. Tapi ada nuansa di sini—mari kita bedah demografinya:
- Usia: Kelompok pengguna terbesar adalah usia 18–24 tahun (sekitar 38%), dengan tambahan 26% di rentang 25–34 tahun (DemandSage). Sekitar 18% berusia di bawah 18 tahun. Artinya, lebih dari 82% pengguna Snapchat berusia di bawah 35 tahun.
- Pengguna yang lebih tua: Penggunaan turun cepat setelah usia 35—hanya sekitar 14% yang berusia 35–49, dan cuma 3–4% yang berusia 50+ (DemandSage).
- Gender: Secara global, Snapchat hampir seimbang sempurna—50,7% laki-laki, 48,4% perempuan (DemandSage). Di AS, komposisinya sedikit condong ke perempuan, sekitar 55% perempuan (Thunderbit).
- Orang tua di Snapchat: Sekitar 83% orang tua yang menggunakan Snapchat mengatakan mereka memakai aplikasi ini untuk tetap terhubung dengan anak atau keluarga mereka (Thunderbit).
- Perbedaan regional: Di negara Barat, Snapchat hampir universal di kalangan remaja (misalnya, 48% pengguna internet AS usia 15–25 ada di Snapchat (Thunderbit)). Di Timur Tengah, karena populasi sangat muda, basis pengguna Snapchat bahkan bisa menjadi mayoritas dari total populasi.
Singkatnya, Snapchat adalah tempat yang tepat jika Anda ingin menjangkau Gen Z atau Milenial di bawah 35 tahun. Kalau target Anda pensiunan, mungkin Anda perlu mencari kanal lain.
Gen Z dan Milenial: Audiens Inti Snapchat
Dominasi Snapchat di kalangan Gen Z dan Milenial muda sudah legendaris. Ini yang paling menonjol:
- Gen Z: Snapchat menjangkau 90% anak muda AS usia 13–24 tahun (Social Media Today). Dalam survei, remaja AS secara konsisten menempatkan Snapchat sebagai jejaring sosial yang “paling penting”—bahkan di atas Instagram dan TikTok (Notta.ai).
- Pengaruh pembelian: 64% mahasiswa Gen Z (13–27) mengatakan mereka pernah melakukan pembelian yang dipengaruhi Snapchat (Sprout Social).
- Berbagi iklan: 56% Gen Z pernah membagikan iklan di Snapchat kepada seseorang (Sprout Social).
- Rutinitas pagi: Sekitar 46% pengguna Snapchat Gen Z memeriksanya pertama kali di pagi hari—1,6× lebih mungkin dibanding membuka aplikasi sosial lain pada saat itu (Sprout Social).
- Milenial: Snapchat masih sangat melekat pada dewasa muda yang bekerja. 61% pengguna Snapchat usia 18–27 pernah membeli sesuatu yang mereka lihat di Snapchat (Sprout Social), dan 70% orang tua pengguna Snapchat (yang sering kali Milenial) pernah melakukan pembelian karena Snapchat (Sprout Social).
Mengapa Snapchat unggul di kelompok ini? Privasi, keaslian, dan nuansa “dekat dengan teman”. Hampir 80% pengguna Snapchat mengatakan aplikasi ini adalah tempat mereka bisa menjadi diri paling autentik (Snapchat Generation Report). Ditambah lagi, semua lensa AR dan alat kreatif itu? Bagi Gen Z dan Milenial, itu ibarat magnet.
Engagement & Tayangan Snapchat: Bagaimana Orang Menggunakan Platform Ini

Snapchat bukan aplikasi untuk “scroll sekali sehari”—orang membukanya dan memakainya terus-menerus sepanjang hari. Berikut cara engagement-nya terbagi:
- Membuka aplikasi: Pengguna rata-rata membuka Snapchat 30–40 kali per hari (Sprout Social). Di negara Teluk, angkanya lebih dari 45 kali per hari (The Meridio).
- Waktu yang dihabiskan: Pengguna menghabiskan sekitar 30 menit per hari di Snapchat (The Social Shepherd). Untuk usia 18–24 tahun, angkanya lebih dekat ke 28–35 menit (DemandSage).
- Snap & chat: Lebih dari 5 miliar Snap dibuat setiap hari (The Social Shepherd), dan para pengguna mengirim lebih dari 4 miliar chat per hari (dengan 880 miliar chat dikirim hanya pada Q1 2025! (Snapchat Generation Report)).
- Stories: Sekitar 60–69% pengguna berinteraksi dengan Stories dari teman setiap hari (Thunderbit).
- Spotlight: Feed ala TikTok milik Snapchat kini punya lebih dari 500 juta penonton bulanan (SocialPilot), dengan kenaikan 175% secara tahunan dalam waktu yang dihabiskan untuk menonton konten Spotlight (SocialPilot).
- Snap Map: Lebih dari 300–350 juta orang menggunakan Snap Map setiap bulan (The Social Shepherd), dan dibuka lebih dari 40 miliar kali pada Q1 2025 (Snapchat Generation Report).
- Lensa AR: Pengguna memainkan lensa AR lebih dari 9 miliar kali per hari rata-rata pada Q1 2026 (Snap Inc. Q1 2026 Financial Results), dan lebih dari 75% pengguna harian Snapchat berinteraksi dengan AR setiap hari.
Engagement Snapchat itu sering, cepat, dan intim—orang mengeceknya tanpa henti, dan sebagian besar waktunya dihabiskan untuk berinteraksi dengan teman, bukan sekadar scroll pasif.
Stories Snapchat, Spotlight, dan Lainnya: Tren Penggunaan Fitur
Ekosistem Snapchat lebih dari sekadar Snap dan chat. Begini perbandingan fitur-fiturnya:
- Stories: Sekitar 60%+ pengguna harian menonton Stories teman setiap hari (Thunderbit). Di kalangan remaja AS, lebih dari 65% memposting ke Story mereka setiap hari.
- Spotlight: Per 2025, Spotlight menarik rata-rata 550 juta penonton bulanan (Thunderbit), dan tayangan video harian Spotlight telah melampaui 350 juta.
- Snap Map: Digunakan oleh lebih dari 300–350 juta pengguna bulanan, dengan 40 miliar kali dibuka pada Q1 2025 (Snapchat Generation Report).
- Lensa AR: Lebih dari 9 miliar kali dimainkan per hari, dengan 75% pengguna harian terlibat (Snap Inc. Q1 2026 Financial Results).
- Panggilan Suara & Video: Sekitar 100 juta pengguna melakukan panggilan suara atau video setiap bulan (Thunderbit).
- Chatbot My AI: Lebih dari 20 miliar pesan dikirim ke chatbot AI ini dalam beberapa bulan setelah diluncurkan (SocialPilot).
- Snap Games: 100 juta pengguna memainkan Snap Games setiap bulan (DemandSage).
Fitur-fitur Snapchat dirancang agar pengguna terus kembali—entah untuk menjaga Snapstreak, mencoba filter AR baru, atau sekadar melihat apa yang sedang terjadi di Snap Map.
Monetisasi Snapchat: Pendapatan, ARPU, dan Langganan
Bisnis Snapchat sedang meledak, dan angkanya membuktikannya:

- Pendapatan kuartalan: $1.529 juta pada Q1 2026, naik 12% secara tahunan (Snap Inc. Q1 2026 Financial Results); pendapatan Q4 2025 adalah $1.716 juta, naik 10% YoY (Snap Inc. Q4 2025 Financial Results).
- ARPU (Average Revenue Per User): $3,17 secara global pada Q1 2026, naik 7% secara tahunan (Snap Inc. Q1 2026 Financial Results). Amerika Utara masih memimpin — pendapatan NA Q1 2026 mencapai $851 juta dengan 92 juta DAU, atau sekitar $9 per DAU per kuartal.
- Komunitas berlangganan: 25+ juta pelanggan di seluruh produk langganan Snap (Snapchat+, Lens+, Snapchat Platinum, Memories Storage Plans) per Februari 2026, dengan ARR dari pendapatan langsung menembus $1 miliar (Snap Newsroom).
- Pendapatan iklan: Sekitar 85–90% pendapatan Snap berasal dari iklan (Thunderbit).
- Iklan Direct Response: Pendapatan iklan yang terkait pembelian tumbuh 30% secara tahunan (Snap Inc. Investor Report, Q3 2025).
Snapchat+ (langganan premium) menjadi kejutan yang sukses, dengan 3,5% pengguna harian membayar fitur ekstra seperti ikon kustom dan badge eksklusif.
Iklan di Snapchat: Adopsi Marketer dan Performa Iklan

Platform iklan Snapchat sudah semakin matang, dan para marketer mulai melirik:
- Adopsi marketer: Dua kali lebih banyak pengiklan menggunakan Snapchat pada 2024 dibanding tahun sebelumnya (Sprout Social).
- Jangkauan iklan: Platform iklan Snapchat dapat menjangkau ~709 juta pengguna usia 13+ (DataReportal).
- Tingkat swipe-up: Snap Ads memiliki tingkat swipe-up (click-through) 3–5× lebih tinggi daripada rata-rata platform media sosial lain (SocialPilot).
- Ad recall: 55% Gen Z mengingat iklan hanya setelah 0–2 detik di Snapchat (The Social Shepherd).
- Dengan suara aktif: 64% Snap Ads ditonton dengan suara menyala (The Social Shepherd).
- Iklan AR: Lensa AR bermerek memberi +2,4× awareness iklan yang lebih tinggi dan +1,8× pengenalan merek yang lebih tinggi dibanding iklan mobile standar (Thunderbit).
- Pengaruh pembelian: 63% pengguna mengatakan Snapchat memengaruhi keputusan pembelian (Thunderbit), dan 56% pernah membagikan iklan atau produk kepada teman.
Format iklan Snapchat (video vertikal, lensa AR, Sponsored Snaps) memang dirancang khusus untuk audiensnya, dan datanya menunjukkan hasilnya nyata.
Keamanan Snapchat dan Moderasi Konten: Transparansi dalam Angka
Snapchat serius soal keamanan, dan angka dari Transparency Report mendukung itu:
- Tindakan penegakan: Pada paruh pertama 2025, tim Trust & Safety Snap melakukan 9.674.414 tindakan penegakan untuk pelanggaran Pedoman Komunitas (Snap Transparency Report).
- Waktu respons median: Waktu median untuk menghapus pelanggaran konten seksual adalah 1 menit sejak terdeteksi; untuk pelecehan dan ancaman, 2–5 menit (Snap Transparency Report).
- Violative View Rate (VVR): Hanya 0,01%—dari setiap 10.000 tayangan, hanya sekitar 1 tayangan yang berisi konten yang kemudian dinyatakan melanggar pedoman (Snap Transparency Report).
- Moderasi proaktif: Pada H1 2025, sistem AI Snap secara proaktif mendeteksi dan menindak 3.395.968 pelanggaran—sekitar sepertiga dari seluruh penegakan (Snap Transparency Report).
- Keamanan anak: Pada H1 2025, Snap mengidentifikasi ~994.000 konten kekerasan terhadap anak dan menonaktifkan ~187.000 akun karena itu (Snap Transparency Report).
Penggunaan AI dan otomasi secara proaktif oleh Snapchat berarti sebagian besar konten berbahaya dihapus bahkan sebelum pengguna melihatnya.
Deteksi Proaktif: AI dan Moderasi Otomatis di Snapchat
Moderasi AI Snapchat adalah penjaga tak terlihat, memindai jutaan Snap dan akun untuk menangkap masalah sebelum menyebar:
- Alat otomatis: Snapchat menggunakan PhotoDNA, Content Safety API milik Google, dan model AI internal untuk mendeteksi ketelanjangan, kekerasan, simbol kebencian, dan lainnya (Snap Transparency Report).
- Kecepatan: Waktu median penghapusan untuk konten seksual yang terdeteksi secara proaktif adalah 0 menit—praktis instan (Snap Transparency Report).
- Kemampuan beradaptasi: AI Snapchat terus diperbarui untuk menangkap slang baru, kode kata, atau pola perilaku.
Bagi pengguna dan orang tua, statistik ini berarti Snapchat aktif menjaga platform tetap aman—dan melakukannya dengan kecepatan mesin.
Snapchat di GCC dan Selebihnya: Insight Regional
Pijakan terkuat Snapchat? Wilayah Gulf Cooperation Council (GCC), terutama Arab Saudi dan Uni Emirat Arab:
- Arab Saudi: Lebih dari 90% anak muda Saudi (13–34) aktif di Snapchat (The Meridio), dengan rata-rata 50 kali membuka aplikasi per hari.
- Penetrasi: Tingkat penetrasi Arab Saudi sekitar 88% dari populasi yang memenuhi syarat (Digital Web Solutions).
- Engagement AR: 85% pengguna Snapchat di KSA dan UAE berinteraksi dengan AR setiap hari (The Meridio).
- Belanja: Di Arab Saudi dan UAE, 97% pengguna Snapchat menemukan produk baru lewat iklan Snapchat, dan 93% pernah membagikan brand yang mereka sukai kepada teman (The Meridio).
Relevansi budaya Snapchat di GCC tak tertandingi, dan ini adalah kanal penting bagi brand yang menargetkan konsumen muda dan mapan di wilayah tersebut.
Snapchat untuk Brand: Dampak pada Belanja dan Iklan
Snapchat bukan cuma untuk hiburan—ini juga pendorong serius untuk belanja dan engagement brand:
- Pengaruh pembelian: 63% pengguna Snapchat mengatakan konten di Snapchat memengaruhi keputusan pembelian (Thunderbit).
- Word-of-mouth: 56% pengguna pernah membagikan iklan, produk, atau konten brand di Snapchat kepada teman (Thunderbit).
- Perjalanan belanja: 92% pengguna harian Snapchat melibatkan teman dalam proses belanja mereka, dan lebih dari 50% mengirim foto produk atau pesan lewat Snap saat belanja (Snapchat Generation Report).
- Kepercayaan: 85% pengguna Snapchat di AS mengatakan Sponsored Snaps terasa “relevan bagi saya” dan “sesuai dengan kebiasaan saya di platform” (Snap Inc. Investor Report, Q3 2025).
- ROI: Snap Ads dapat menurunkan cost per action hingga 19% ketika dipadukan dengan kanal lain (Snap Inc. Investor Report, Q3 2025).
Di Snapchat, brand Anda bisa mendapat manfaat dari amplifikasi antar teman yang sulit ditiru di tempat lain. Rasanya seperti diundang masuk ke grup chat—asal Anda paham nuansanya.
Lihat Lebih Banyak Statistik & Insight Snapchat Get Started Free
Poin Utama: Apa Arti Statistik Snapchat Terbaru untuk Anda
Inilah inti dari semua angka tadi:
- Snapchat adalah benteng Gen Z: Platform ini menjangkau 90% anak muda AS usia 13–24 tahun (Social Media Today). Jika Anda ingin menjangkau anak muda, Anda perlu ada di Snapchat.
- Pertumbuhan global didorong pasar berkembang: India dan Timur Tengah mendorong ekspansi Snapchat (Digital Web Solutions).
- Engagement sangat tinggi: Pengguna membuka Snapchat 30+ kali sehari dan menghabiskan sekitar 30 menit setiap hari (Sprout Social).
- AR dan “camera marketing” adalah peluang unik: 75% pengguna berinteraksi dengan AR setiap hari (Snap Inc. Investor Report, Q3 2025).
- Pengaruh teman sangat besar: Lebih dari separuh pengguna membagikan iklan atau produk kepada teman (Thunderbit).
- Iklan Snapchat memberi ROI tinggi: Tingkat swipe-up 3–5× lebih tinggi dari rata-rata (SocialPilot).
- Keamanan dikelola secara aktif: Tingkat konten melanggar hanya 0,01%, dengan sebagian besar penghapusan terjadi dalam hitungan menit (Snap Transparency Report).
- Konten yang cepat hilang = keaslian: Snapchat adalah tempat untuk momen brand yang nyata dan tanpa filter.
- E-commerce sedang naik: Coba pakai AR dan perilaku social shopping mendorong penjualan.
- Snapchat+ dan inovasi: Lebih dari 17 juta pelanggan menunjukkan bahwa pengguna bersedia membayar fitur premium (DemandSage).
Kalau Anda seorang marketer, peneliti, atau sekadar penggemar budaya digital, statistik ini adalah peta Anda untuk memahami posisi Snapchat dalam ekosistem media sosial—dan mengapa platform ini tidak akan hilang begitu saja.
Mengutip Statistik Snapchat: Sumber dan Keandalan Data
Saat Anda menggunakan statistik Snapchat untuk laporan, presentasi, atau posting blog Anda sendiri, penting untuk mengutip sumber yang tepercaya. Berikut asal angka-angka dalam artikel ini:
- Laporan Investor & Newsroom Snap Inc.: Standar emas untuk statistik DAU, MAU, dan pendapatan (Snap Inc. Investor Report, Q3 2025).
- Statista: Statistik demografi dan peringkat negara yang konsisten dan sering dikutip (DemandSage).
- DataReportal: Laporan digital tahunan untuk angka pengguna per negara dan jangkauan iklan (DataReportal).
- Snapchat for Business Insights: Insight berbasis riset tentang performa iklan dan perilaku pengguna (Sprout Social).
- Blog industri: Sprout Social, SocialPilot, The Social Shepherd, dan rangkuman statistik Snapchat milik Thunderbit sendiri untuk tren terbaru (Snapchat stats roundup).
- Snapchat Transparency Reports: Untuk semua hal terkait keamanan dan moderasi konten (Snap Transparency Report).
Semua angka dalam artikel ini berasal dari sumber yang bereputasi dan terbaru. Jika Anda mengutip statistik ini, selalu sertakan rentang waktu, wilayah, dan nama/tanggal sumber agar kredibilitasnya maksimal. Dan jika Anda ingin tetap selangkah di depan, cek laporan baru setiap kuartal—Snap memperbarui DAU dan metrik penting lainnya secara rutin.
Kisah Snapchat masih terus ditulis, tetapi satu hal jelas: ini bukan lagi sekadar untuk selfie yang hilang. Ini adalah tempat budaya, perdagangan, dan komunikasi bertemu—dan statistiknya membuktikannya.
Lihat Rangkuman Lengkap Statistik Snapchat
Coba AI Web Scraper untuk Data Media Sosial Get Started Free


